By Admin / Date - Aug 21, 2024
Apa itu ANA IF? ANA IF atau Anti Nuclear Antibody Immunofluorescence adalah tes awal untuk mengetahui adanya ketidakwajaran dari sistem imun yang mengakibatkan autoimun. Autoimun adalah kondisi gangguan imunitas atau antibodi terhadap diri sendiri yang berujung pada kerusakan atau kehancuran jaringan tubuh, dan diklasifikasi sebagai kerusakan hanya pada organ tertentu. Pada tes laboratorium untuk autoimun juga dikelompokkan menjadi tes primer dan sekunder. Tes laboratorium primer dilakukan untuk mengidentifikasi autoantibodi atau marker penyakit yang memberikan gejala klinis merujuk kepada autoimun, sedangkan tes laboratorium sekunder digunakan untuk mendiagnosa dan monitoring. Melakukan ANA IF disarankan sebagai screening apakah pasien terdiagnosa autoimun, untuk melakukan tes lebih lanjut tes yang lebih spesifik mengetahui jenis autoimun apa yang diderita. ANA IF termasuk dalam tipe tes laboratorium yang dilakukan secara descriptive semi-quantitative seperti ANCA, ENA, dan lainnya. Bagaimana ANA IF mendeteksi Autoimun? Tes ANA IF dilakukan menggunakan teknik fluoresensi yang dilakukan terhadap sel darah pasien menggunakan mikroskop fluoresensi dan diberi reagen anti-human immunoglobulin untuk mendapatkan hasil yang sangat sensitif dengan alat khusus yang tepat. Hasil dari pembacaan fluoresensi memberi informasi beberapa kemungkinan keadaan klinis yang terjadi secara jelas dan pasti. Informasi didapatkan karena staining atau pewarnaan yang memberi gambaran terhadap keberadaan atau tidaknya sitoplasma atau nukleus. Biasanya beberapa laboratorium memberi paket bundling untuk melakukan tes ANA profile agar sekaligus mengetahui jenis autoimun apa yang kemungkinan diderita. Salah satu penyebab dari autoimun adalah genetik. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat autoimun, maka Anak disarankan melakukan tes laboratorium untuk mencegah flare atau autoimun yang tanpa disadari akan semakin parah jika tidak ada tindakan sejak awal. Lalu, bagaimana jika hasil ANA IF positif? Sekarang tidak perlu khawatir, REGIMUN menjadi solusi yang dapat dikonsumsi untuk anak dari usia 2 tahun. Terbuat dari herbal yang sudah diolah menggunakan advanced biotechnology untuk menjaga aktivitas dari imunitas tubuh, sehingga pasien tetap dapat beraktivitas dan bebas bergerak tanpa mengkhawatirkan autoimun. Menjaga pola makan dan konsumsi REGIMUN, cukup 3 kapsul, 3 kali sehari untuk mendongkrak aktivitas harianmu. Sumber :