By Admin / Date - Aug 21, 2024
Penanganan yang tidak tepat dan tidak teratur pada orang dengan HIV AIDS (ODHA) dapat memberi peluang lebih terjadinya infeksi oportunistik atau infeksi stadium lanjut pada penderita HIV, sebab virus HIV menurunkan sistem imun pada tubuh. Pengobatan ini sangat memiliki peran penting dalam membantu kualitas hidup para pasien dan memperpanjang masa hidup orang dengan HIV AIDS (ODHA). Namun dengan begitu, mengkonsumsi ARV tidak menutup kemungkinan dari terjangkit infeksi oportunistik, salah satunya Hepatitis. ODHA cenderung mengalami co-infeksi dengan Hepatitis B dan Hepatitis C yang berujung penurunan fungsi liver. Co-infeksi merupakan kondisi ketika seseorang terinfeksi dua atau lebih jenis penyebab penyakit, seperti virus, jamur, bakteri atau parasit yang akan meningkatkan risiko komplikasi. Di Indonesia, 15-20% penderita HIV telah mengalami co-infeksi dengan HCV (infeksi virus Hepatitis C). Pada kondisi ini, HIV akan memperburuk HCV dengan cara menghambat pengeluaran virus HCV dan yang menyebabkan kerusakan fungsi liver. Pasien HIV dengan pengobatan yang tepat dan rutin konsumsi ARV akan memperlambat perkembangan dari HCV. Belum ada obat yang menyembuhkan HIV sampai saat ini, maka mengkonsumsi ARV dengan rutin sangat dianjurkan bagi penderita HIV untuk meningkatkan kualitas hidup. Penularan Hepatitis melalui 3 jalur utama, yaitu secara seksual, parenteral dan perinatal, masyarakat dihimbau untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap penyakit menular seksual. Anak remaja harus belajar tentang NAPZA karena cenderung lebih rentan terhadap penyalahgunaan sehingga perlu edukasi untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertular HIV dan Hepatitis. Cara mencegah HIV dan Hepatitis antara lain: Hidup bersih dan sehat dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang Tidak melakukan seks bebas Setia pada pasangan Tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian Edukasi yang bisa diperoleh dari layanan kesehatan setempat ODHA yang telah mengalami co-infeksi dengan Hepatitis dapat mengkonsumsi produk herbal untuk menghindari efek samping. Konsumsi produk herbal Viradef dan Regimun untuk mengurangi inflamasi dan gejala yang ditimbulkan. Regimun memiliki efek antioksidan dan anti inflamasi, Viradef berfungsi sebagai antivirus sehingga menjadi produk kombinasi dengan teknologi terdepan dan terpercaya untuk HIV-HBV ataupun HIV-HCV. Sumber:
Cara mendeteksi adanya HIV adalah dengan melakukan tes ELISA yang mendeteksi antibodi spesifik dan melakukan tes laboratorium jumlah virus dan CD4 yang mengetahui jumlah sel darah putih. CD4 dengan angka 200 sel/mm3 merupakan kondisi yang sudah menuju pada tahap AIDS, maka pasien akan langsung disarankan untuk melakukan terapi ARV.