My Menu

News Details

Home - Blog Details
blog-1
By Admin / Date - Aug 21, 2024

Ajaib! Herbal ini Bantu Atasi Hepatitis Menurut Penelitian

Hepatitis, penyakit yang menyerang hati dengan ciri peradangan, telah menjadi isu kesehatan global yang patut diwaspadai. Berdasarkan data dari WHO, terdapat sekitar 354 juta orang di seluruh dunia yang mengidap hepatitis B atau C, dan setiap tahunnya, satu juta orang meninggal akibat penyakit ini.

Indonesia tercatat memiliki sekitar 20 juta orang yang menderita hepatitis, dengan kasus hepatitis B mendominasi. Menurut data CDA Foundation, pada tahun 2016, hepatitis B telah merenggut 51.100 nyawa dan hepatitis C merenggut 5.942 nyawa di Indonesia setiap tahunnya.

Data BPJS Kesehatan tahun 2016 juga menunjukkan 2.159 orang meninggal akibat sirosis dan kanker hati. Angka-angka ini menunjukkan tingginya tingkat kematian akibat hepatitis di Indonesia.

Hepatitis sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, dengan virus penyebabnya yang berbeda-beda. Virus hepatitis A, B, C, D, dan E memiliki perbedaan genetik. Hepatitis A lebih dekat dengan virus penyebab demam biasa, sedangkan hepatitis C lebih dekat dengan virus penyebab demam dengue.

Namun, semua virus hepatitis ini memiliki satu kesamaan yakni dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga parah pada hati. Sedangkan berdasarkan waktu kemunculannya, hepatitis terbagi menjadi dua jenis yaitu akut dan kronis.

Hepatitis akut terjadi ketika seseorang baru terpapar virus hepatitis. Jika peradangan hati tidak dapat diatasi dan gejalanya menetap dalam jangka panjang, maka orang tersebut dikatakan mengalami hepatitis kronis.

Hepatitis A dan E umumnya bersifat akut, sedangkan hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi kronis. Peradangan dan infeksi kronis yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan dan pengerasan hati. Dalam kasus terburuk, hepatitis dapat berkembang menjadi kanker hati.

Meskipun pengobatan konvensional untuk hepatitis sudah tersedia, minat terhadap pengobatan herbal dengan potensi hepatoprotektif dan anti-inflamasi terus meningkat. Artikel ini membahas manfaat potensial dari empat tanaman herbal, yaitu Malus pumila (apel), Withania somnifera (ashwagandha), Zingiber officinale (jahe), dan Elettaria cardamomum (kapulaga). Simak ulasannya berikut ini!

Viradef, kandungannya Bisa Bantu Atasi Hepatitis

1.     Malus pumila Fructus (Apel)

Apel, bukan sekadar buah lezat dan menyegarkan, tetapi juga penjaga kesehatan hati. Buah ini kaya akan antioksidan, seperti quercetin dan katekin, yang bermanfaat bagi kesehatan hati. Studi menunjukkan bahwa konsumsi apel dapat membantu mengurangi peradangan hati dan stres oksidatif, sehingga memberikan efek perlindungan pada hati.

2.     Withania somnifera Radix (Ashwagandha)

Ashwagandha, tanaman adaptogenic yang dikenal sebagai ginseng India, telah diteliti karena sifat anti-inflamasi dan hepatoprotektifnya. Penelitian menunjukkan bahwa Withania somnifera (nama ilmiah ashwagandha) dapat membantu mengatur enzim hati, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi hati secara keseluruhan.

3. Rimpang zingiber officinale (Jahe)

Jahe, yang terkenal dengan aroma dan rasa hangatnya, tidak hanya lezat untuk dijadikan minuman, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa, terutama bagi hati. Rimpang ini, terkenal dengan efek anti-inflamasi dan antioksidannya yang bermanfaat bagi kesehatan hati. Penelitian juga menunjukan bahwa jahe dapat membantu mengurangi kerusakan hati akibat peradangan dan stress oksidatif.

Selain itu, senyawa aktif dalam jahe, seperti gingerol, menunjukkan potensi untuk melindungi hati dari kerusakan. Jahe terbukti memiliki efek antivirus terhadap beberapa virus, termasuk human respiratory syncytial virus (HRSV) dan hepatitis C virus (HCV).

Mekanisme kerja jahe terhadap HRSV adalah dengan menghambat pembentukan plak pada garis sel saluran pernapasan. Jahe dapat memblokir perlekatan dan internalisasi virus, sehingga mencegah infeksi.

Hal ini juga pernah dibuktikan pada pasien HCV di Mesir. Ekstrak jahe menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis. Ekstrak jahe tersebut dapat menurunkan jumlah virus, tingkat α-fetoprotein (AFP), dan penanda yang relevan dengan fungsi hati, seperti aspartat aminotransferase (AST) dan alanine aminotransferase (ALT).

Oleh karena itu, jahe telah terbukti menghambat pertumbuhan berbagai bakteri, jamur, dan virus.

Efek ini terutama disebabkan oleh kemampuan jahe untuk:

  • Mencegah pembentukan biofilm bakteri. Biofilm adalah lapisan pelindung yang dibentuk oleh bakteri untuk melindungi diri dari serangan sistem kekebalan tubuh dan antibiotik.

  • Menghambat biosintesis ergosterol. Ergosterol adalah senyawa penting yang dibutuhkan jamur untuk membangun membran selnya.

  • Memblokir perlekatan dan internalisasi virus. Ini berarti jahe dapat mencegah virus memasuki sel dan menginfeksi tubuh.

4.     Elettaria cardamomum Radix (Kapulaga):

Kapulaga, bukan sekadar rempah dengan aroma khas yang menghangatkan dan bumbu dapur biasa. Di balik aromanya yang memikat, kapulaga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Karena kapulaga kaya akan senyawa bioaktif, seperti flavonoid, terpenoid, dan alkaloid, yang memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk bersifat anti-inflamasi dan antioksidan. Studi awal juga menunjukkan bahwa kapulaga dapat berkontribusi dalam melindungi hati dari kerusakan dan meningkatkan kesehatannya secara keseluruhan.

Bayangkan potensi luar biasa yang ditawarkan oleh apel, ashwagandha, jahe dan kapulaga jika digabungkan. Pastinya, akan menyajikan pendekatan herbal yang menjanjikan untuk mendukung kesehatan hati pada penderita hepatitis.

Meskipun tanaman-tanaman ini menunjukkan potensi dalam studi praklinis, uji klinis yang lebih ketat diperlukan untuk menetapkan kemanjuran dan keamanannya pada manusia. Sangat penting bagi pasien dengan hepatitis untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum melakukan pengobatan herbal ini ke dalam rencana perawatan mereka. Untuk konsultasi gratis, silahkan hubungi Biotek Farmasi Indonesia di nomor telepon 085952680470.

Sumber :

  • Wang Y, Ma R, Liu C, et al. Protective effects of apple polyphenols on age-related mitochondrial damage in the liver of rats. Evid Based Complement Alternat Med. 2016(2916412).

  • Kaur T, Kaur G, Gill RK, Soni R, Bariwal J. Withania somnifera: A comprehensive review on its phytochemicals, pharmacological activities, and molecular mechanisms. Front Pharmacol. 2019;10:1181.

  • Sahebkar A, Soranna D, Liu X, et al. A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials investigating the effects of supplementation with Nigella sativa (black seed) on blood pressure. J Hypertens. 2016;34(11):2127-2135.

  • Al-Numair KS, Veeramani C, Alsaif MA, Chandramohan G. Influence of ginger on biochemical and biophysical markers in rats with normal and induced hypercholesterolemia. Food Funct. 2014;5(12):3202-3210.

  • Majdalawieh AF, Carr RI. In vitro investigation of the potential immunomodulatory and anti-cancer activities of black pepper (Piper nigrum) and cardamom (Elettaria cardamomum). J Med Food. 2010;13(2):371-381.

  • National Center for Biotechnology Information: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6616534/l

  • Primaya Hospital: https://primayahospital.com/penyakit-dalam/jenis-hepatitis/

Video Post

Penyebab Gagal Jantung Melitha adalah Autoimun?

DIABETES BUKAN PENYAKIT SEUMUR HIDUP???

GAK KELIHATAN TAPI BISA MERENGGUT NYAWA!!

PENGALAMAN BEROBAT KE PENANG, PADAHAL INDONESIA SUDAH PUNYA OBAT CANGGIH INI?